Sejarah Judi Catur di Indonesia

Sejarah Judi Catur di Indonesia

Sejarah Judi Catur di Indonesia – Olahraga catur ramai diperbincangkan dalam beberapa pekan ini. Hal itu setelah ramai kasus pemilik akun Dewa Kipas yang diduga curang saat mengikuti permainan catur melawan Gotham Chess alias Levy Rozman di Chess.com. Sampai kemudian Grand Master (GM) Irene Sukandar bertanding melawan pemilik akun Dewa Kipas, Dadang Subur yang ditayangkan melalui akun YouTube Deddy Corbuzier pada Senin sore. Irene menang 3-0 dari Dadang. Seperti biasa, karena adanya pertandingan slot ini, banyak bandar memasang taruhan siapa-siapa saja yang akan menang dan skornya. Maka dari itu, perjudian dalam dunia catur pun mulai ramai lagi sekarang. Meski kehadirannya masih jarang karena terbatas pada event saja, tapi para penjudinya tidak main-main dalam memasang taruhannya.

Jadi Siapa yang menciptakan permainan catur dan dari mana catur berasal?
Catur adalah salah satu permainan papan tertua dan populer di dunia. Potongan permainan ditemukan di Rusia, Cina, India, Asia Tengah, Pakistan. Asal usul catur sampai sekarang sebenarnya masih menjadi kontroversi. Tidak ada bukti yang benar-benar dapat dipercaya bahwa catur sudah ada dalam bentuk yang mendekati permainan modern sebelum abad ke-6 Masehi.

Mengutip Britannica, India dipercaya sebagai asal mula catur. Dikenal sebagai ‘Chaturanga’, nama Sansekerta untuk formasi Situs Slot Online pertempuran yang disebutkan dalam Mahabharata., permainan ini berkembang di barat laut India pada abad ke-7. Chaturanga dianggap sebagai pendahulu catur modern paling awal karena memiliki dua fitur utama yang ditemukan di semua varian catur.

Perlahan-lahan, situs slot gacor terbaru menyebar ke negara-negara lain. Di Persia, catur disebut dengan ‘chatrang’ dan dirumuskan beberapa aturan baru. Misalnya, pemain harus menyebut “Shah” (bahasa Persia untuk ‘raja’) ketika pemain mengancam raja lawan atau “Syah mat” (bahasa Persia untuk ‘raja sudah selesai’) ketika raja lawan tidak bisa lepas dari serangan. Penyebutan ini kemudian berubah menjadi “Skak mat” yang kita kenal sekarang.

Catur tak hanya menguasai Asia, pada abad ke-9 catur mulai masuk ke Eropa. Awalnya catur diperkenalkan oleh bangsa Moor di Semenanjung Iberia. Lalu, pada tahun 1000 catur telah menyebar ke seluruh Eropa. Pada abad ke-10 mulai diperkenalkan kotak hitam dan putih dalam papan catur seperti yang kita kenal sekarang.

Catur baru masuk ke Indonesia atau dulu disebut Hindia Belanda pada masa pemerintahan Kolonial Belanda. Pada abad ke-19, di zaman penjajahan Belanda tersebut, perkembangan catur di Indonesia mulai terlihat.

Dikutip dari halaman Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB PERCASI), pada zaman penjajahan Belanda di Indonesia mulanya situs slot gacor kebanyakan mereka yang senang bermain catur hanyalah orang-orang Belanda. Barulah pada akhir abad ke-19 bermunculan klub-klub catur di Surabaya, Magelang, Yogyakarta, dan Bandung.